Senin, 30 Mei 2011

IMMUNOLOGI PADA JANIN

  • Pengertian
    Sistem imun membentuk sistem pertahanan badan terhadap benda asing seperti mikroorganisme,molekul-molekul berpotensi toksik atau sel-sel tidak normal (sel terinfeksi virus atau malignan). Sistem ini menyerang benda asing atau antigen dan juga mewujudkan peringatan tentang kejadian tersebut supaya pendedahan berkali-kali terhadap benda yang sama akan mencetuskan gerak balas yang lebih cepat dan bertingkat.


  • Perkembangan Antibodi
Pada kehamilan dini, antibodi yang dihasilkan janin jauh sangat kurang untuk merespon invasi antigen ibu/invasi bakteri. Dari minggu ke20 kehamilan, respon imun janin dibantu oleh pemindahan molekul antibodi dari ibu (asalkan ukurannya tidak terlalu besar) ke janin sehingga memberikan perlindungan pasif yang menetap sampai beberapa minggu. Proses kelahiran sendiri, mulai pecahnya kantong amnion yang tersegel dan seterusnya akan membuat janin terpajan dengan mikroorganisme baru. Candida alicans, gonococcus dan herpes virus dapat dijumpai pada vagina. Pada kasus infeksi herpes yang diketahui, pelahiran pervaginam tidak diperbolehkan. Begitu lahir, bayi cendrung akan bertemu dengan staphylococcus aureus, suatu mikroorganisme dimana resisten bayi terhadapnya sangat kecil.
Untuk mengimbagi status imunologi yang belum berkembang denagn baik pada bayi baru lahir, maka pengawasan antenatal yang cermat, pemeriksaanuntuk mentingkirkan kemungkunan infeksi atau terapi untuk mengatasi infeksi atau terapi untuk mengatasi infeksi, teknik-teknik melahirkan yang aseptik tanpa memasukkan mikroorganisme dan perawatan yang cermat dengan memperhatikan segala aspek dalam penanganan bayi baru lahir, semuanya ini merupakan tindakanyang sangatpenting.

  • Sistem Imun Pasif Pada Bayi
Dalam perlindungannya, janin dapat terlindung dari lingkungan yang berbahaya selama dalam kandungan. Umumnya kuman patogen atau bibit penyakit tidak dapat menembus barier placenta. Bayi baru lahir tanpa adanya antibodi, akan sangat mudah terinfeksi. Bayi yang mature telah memperoleh antigen imunitas pasif dari ibu terhadap jenis-jenis tertentu dalam waktu 6 minggu atau lebih sebelum dilahirkan. Namun demikian, bayi yang meninggalkan lingkungan yang steril untuk kemudian sdecara tiba-tiba bertemu dengan banyak mikroorganisme dan antigen lainnya. Diperluka waktu beberapa minggu sebelum imunitas aktif terbentuk.

  • Proses Penyaluran Imun Pasif dari Maternal
Sistem imun janin diperkuat oleh penyaluran imunoglobin menembus plasenta dari ibu kepada janinnya malalui aliran darah ang membawa antibodi serta penyaluran melalui air susu. Profil imunoglobin  yang dislurkan melalui plasenta dan disekresikan melalui air susu bergantung pada mekanisme transportasi spesifik untuk berbagai kelas imunoglobin. IgG ibu menembus plasenta kedalam sirkulasi janin melalui mekanisme aktif spesifik., yang efektif dari sekitar usia gestasi 20 minggu, tetapi aktivitasnya meningkat pesat sejak usia gestasi 34 minggu. Ibu akan menghasilkan responimun terhadap antigen yang ia temui dengan menghasilkan IgG, yang dapat melewati plasenta. Bahkan kadar IgG ibu rendah, IgG akan tetap disalurkan melalui plasenta. Hal ini berarti janin akan mendapatkan imunisasi pasif terhadap patogen yang besar ditemukan dilingkungan temporer penting pascanatal sampai sistem bayi sendiri matang dan menghasilkan sendiri antibodi.

Rabu, 11 Mei 2011

KESEHATAN REPRODUKSI


MENSTRUASI DAN SIKLUSNYA

Pengertian menstruasi dan siklusnya

Menstruasi atau haid atau datang bulan adalah perubahan fisiologis dalam tubuh wanita yang terjadi secara berkala dan dipengaruhi oleh hormon reproduksi. Periode ini penting dalam hal reproduksi. Pada manusia, hal ini biasanya terjadi setiap bulan antara usia remaja sampai menopause. Selain manusia, periode ini hanya terjadi pada primata-primata besar, sementara binatang-binatang menyusui lainnya mengalami siklus estrus.
Pada wanita siklus menstruasi rata-rata terjadi sekitar 28 hari, walaupun hal ini berlaku umum, tetapi tidak semua wanita memiliki siklus menstruasi yang sama, terkadang siklus terjadi setiap 21 hari hingga 30 hari. Biasanya, menstruasi rata-rata terjadi 5 hari, terkadang menstruasi juga dapat terjadi sekitar 2 hari sampai 7 hari. Umumnya darah yang hilang akibat menstruasi adalah 10mL hingga 80mL per hari tetapi biasanya dengan rata-rata 35mL per harinya.
Biasanya pada saat menstruasi wanita memakai pembalut untuk menampung darah yang keluar saat beraktivitas terutama saat tidur agar bokong dan celana tidak basah dan tetap nyaman. Pembalut harus diganti minimal dua kali sehari untuk mencegah agar tidak terjadi infeksi pada vagina atau gangguan-gangguan lainnya. Gunakanlah pembalut yang anti-bakteri dan mempunyai siklus udara yang lancer.
Siklus dan lamanya menstruasi dapat diketahui dengan membuat catatan pada kalender. Tandai setiap hari ke-1 siklus menstruasi yang terjadi setiap bulannya dengan tanda silang, lalu hitung sampai tanda silang berikutnya. Dengan cara ini, Anda dapat mengetahui pola siklus menstruasi pada diri Anda.
Setiap bulan, setelah hari ke-5 dari siklus menstruasi, endometrium mulai tumbuh dan menebal sebagai persiapan terhadap kemungkinan terjadinya kehamilan. Sekitar hari ke-14 terjadi pelepasan telur dari ovarium (disebut ovulasi). Sel telur ini masuk ke dalam salah satu tuba falopii. Di dalam tuba falopii dapat terjadi pembuahan oleh sperma. Jika terjadi pembuahan, sel telur akan masuk ke dalam rahim dan mulai tumbuh menjadi janin sehingga terjadilah kehamilan.
Pada sekitar hari ke-28, jika tidak terjadi pembuahan, maka endometrium akan dilepaskan dan terjadilah perdarahan atau disebut sebagai siklus menstruasi. Siklus dapat berlangsung selama 3-5 hari, terkadang sampai 7 hari. Proses pertumbuhan dan penebalan endometrium kemudian dimulai lagi pada siklus berikutnya.
Ada 4 fase endometrium dalam siklus haid:
1)      Fase menstruasi
Fase ini berlangsung 3-4 hari. Dalam fase ini endometrium dilepas dari dinding uterus disertai pendarahan. Hnya stratum basale yang masih tinggal utuh. Darah menstruasi ini mengandung darah vena dan arteri, sel-sel epitel, secret dari uterus dan kelenjer vulva.
2)      Fase regenerasi
Luka endometrium sebagian besar berangsur sembuhdan ditutupi oleh selapu lender yang baru. Tebal endometrium ± 0,5 mm. Fase ini telah mulai sejak fase menstruasi dan berlangsung ± 4 hari.
3)      Fase poliferasi
Fase ini belangsung dari hari ke-5sampai hari ke-14. Pada fase ini endometrium tumbuh menjadi setebal ± 3,5 mm. Fase ini terbagi atas 3, diantaranya :
o       Proliferasi dini
Berlangsung antara hari ke-4 sampai hari ke-7. Pada fase ini permukaan epitel tipis, kelenjer berbentuk lurus, pendek dan sempit.
o       Proliferasi madya
Berlangsung hari ke-8 sampai ke-10. Merupakan fase transisi. Epitel permukaan berbentuk torak dan tinggi, kelenjer berkeluk-kelukdan bervariasi.
o       Proliferasi akhir
Fase ini berlangsung hari ke-11 sampai ke-14. Permukaan kelenjer tumbuh tidak rata.
4)      Fase sekresi
Berlangsung dari hari ke-14 sampai ke-28. Tebal endometrium tetap, kelenjer berubah menjadi panjang, berkeluk-keluk dan mengeluarkan getah. Dalam endometrium tertimbun glikogen dan zat kapur yang berguna untuk makanan bagi telur yang dibuahi. Fase ini terbagi atas 2 :
o       Fase sekresi dini
Pada fase ini endometrium lebih tipis dari fase sebelumnya, dapat dibedakan atas 3 lapisan ; stratum basale, stratum spongiosum dan stratum kompaktum.


o       Fase sekresi dini
Tebal endometrium 5-6 m, terjadi peningkatan dari fase sekresi dini. Endometrium banyak mengandung pembuluh darah yang berkeluk-keluk dan kaya akan glikogen.
HORMON-HORMON YANG MENGATUR TERJADINYA SIKLUS MENSTRUASI
 Mekanisme Haid
Pada setiap siklus haid FSH dikeluarkan oleh hipofise yang menyebabkan pematangan folikel menjadi folikel de graff yang menghasilkan estrogen pada ovarium. Estrogen ini mempengaruhi endometrium untuk tumbuh dan berproliferasi.
Estrogen menekan produksi FSH, sehingga hipofise memproduksi LH. LH mempengaruhi folikel de graff menjadi lebih matang, mendekati ovarium dan terjadi ovulasi
Terbentuk korpus rubrum, berkembang menjadi korpus luteum (dipengaruhi LH dan LTH). Korpus luteum menghasilkan progesteron yang mempengaruhi endometrium yang telah berproliferasi menjadi bersekresi. (fase sekresi).
Bila tidak ada pembuahan korpus luteum berdegenerasi, sehingga kadar estrogen dan progesteron menurun.
Mengakibatkan arteri pada endometrium berdilatasi dan statis dengan hyperemia yang diikuti dengan spasme dan iskemia.
Degenerasi, pendaharan dan pelepasan endometrium yang nekrotik.

 Gangguan pada menstruasi
Gangguan haid dan siklus, khususnya dalam masa reproduksidapat digolongkan dalam :
1.      Kelainan dalam banyak darah dan lamanya pendarahan pada haid
ü      Hipermenorea
Hipermenorea ialah pendarahn haid yang lebih banyak dari normal atau lebih lama dari normal ( lebih dari 8 hari ). Sebab kelainan ini terletak pada kondisi dalam uterus, misalnya, adanya mioma uteri dengan permukaan endometrium lebih luas dari biasa dan dengan kontraktilitas yang terganggu , polip endometrium, gangguan pelepasan endometrium pda waktu haid, dsb. Pada gangguan pelepasan endometrium biasanya terdapat juga gangguan dalam pertumbuhan endometrium yang diikuti dengan gangguan pelepasannya pada waktu haid.
Terapi pada hipermenorea  pada mioma uteri niscaya tergantung dari penanganan mioma uteri , sedang diagnosis dan terapi polip endometrium serta gangguan pelepasan endometrium terdiri atas kerokan.
ü      Hipomenorea
Hipomenorea ialah pendarahan haid yang lebih pendek atau lebih kurang dari normal. Sebab-sebabnya dapat terletak pada konstitusi penderita pada uterus (misalnya sesudah miomektomi), pada gangguan endokrin, dll. Kecuali jika ditemikan sebab yang nyata, terapi terdiri atas menenangkan penderita. Adanya hipomenorea tidak menganggu fertilisasi.
2.      Kelainan siklus
ü      Polimenorea
Pada polimenorea siklus haid lebih pendek dari biasa (kurang dari 21 hari). Pendarahan kurang lebih sama atau lebih banyak dari haid biasa. Hal yan terakhir ini diberi nama polimenoragia atau epimenoragia
Polimenorea dapat disebabkan oleh gangguan hormonal yang mengakibatkan gangguan ovulasi atau menjadi pendeknya masa luteal. Sebab lain ialah kongesti ovarium karena peradangan, endometriosis, dsb.
ü      Oligomenorea
Disini siklushaid lebih panjang, lebih dari 35 hari. Apabila panjangnya siklus lebih dari 3 bulan, hal itu sudah mulai dinamakan amenorea. Pendarahan pada oligomenorea biasanya berkurang .
Oligomenorea dan amenorea sering kali mepunyai dasar yang sama, perbedaannya terletak dalam tingkat. Pada kebanyakan kasus oligomenorea kesehatan wanita tidak terganggu, dan fertilitas cukup baik. Siklus haid biasanya juga ovulator dengan masa proliferasi lebih panjang dari biasa.
ü      Amenorea
Amenorea ialah keadaan tidak adanya haid untuk sedikitnya 3 bulan berturut-turut. Amenorea ada 2, diantaranya : Amenorea primer: Apabila seorang wanita berumur 18 tahun keatas tidak pernah dapat haid. Amenorea sekunder: Penderita pernah mendapat haid, tapi kemudian tidak dapat lagi. Amenorea primer umumyamempunyai sebab-sebab yang lebih berat dan lebih sulit untuk diketahui, seperti kelainan-kelainan congenital dan kelainan genetic. Adanya amenorea sekunder lebih menunjukan kepada sebab-sebab yang timbul kemudian dalam kehidupan wanita, seperti gangguan gizi, gangguan metabolisme, tumor-tumor, penyakit infeksi, dll.
Klasifikasi dibawah ini mencakup sebab-sebab pada amenorea primer dan amenorea sekunder :
A.    Gangguan organik pusat
Sebab organic : tumor, radang, destruksi
Kelainan organik pada serubrum berupa radang (ensefalitis, dll), tumor-tumor, trauma, dsb dapat disertai amenorea, tetapi peranan gejala ini kecil. Penting untuk diagnosis ialah anamnesis dan gambaran klinik yang bersangkutan dengan kelainan-kelainan itu.
B.     Gangguan kejiwaan
a)      Syok emosional
Syok emosional karena trauma atau kejadian yang menyedihkan, misalnya masuk kamp konsentrasi pada Perang Dunia. Penggantian lingkungan dapat menyebabkan amenorea.
b)      Psikosis
Psikosi yang paling sering ditemukan bersama amenorea ialah penyakit yang disertai depresi. Diagnosis dan terapi harus ditangani oleh seorang ahli psikiatri.
c)      Anoreksia nervosa
Merupakan suatu sindrom yang paling dramatis diantara penyakit kejiwaan yang menyebabkan amenorea. Penyakit ini terutama dijumpai pada wanita muda yang menderita gangguan emosional yang cukup berat.
d)     Pseudosiesis
Pseudosies merupakan suatu keadaan dimana terdapat kumpulan tanda-tanda kehamilan pada seorang wanita yang tidak hamil. Gejala-gejla ini merupakan ilustrasi yang jelas tentang pengaruh jiwa pada seorang waniya, yang ingin sekali hamil, akan tetapi hal ini jauh lebih jarang . Gejala-gejalanya ialah amenorea, mual sampai muntah, mamma membesar, berat badan naik dan perut tampak besar malahan dirasakan gerakan janin pula.
C.     Gangguan poros hipotalamus-hipofisi
a)      Sindrom amenorea-galaktorea
Pada sindrom ini ditemukan amenorea dan dari mamma dapat dikeluarkan air seperti susu. Dasar sindrom ini ialah gangguan endokrin berupa gangguan produksi Releasing Factor dengan akibatnya menurun kadar FSH dan LH, serta gangguan produksi Prolacting Inhibiting Factor dengan akibat peningkatan pengeluaran prolaktin. Penderita biasanya juga agak gemuk dan selanjutnya ditemukan atrofi alat-alat genital.
Amenorea galaktorea dapat ditemukan sesudah kehamilan. Disini masa laktasi jauh lebih panjang dari biasa, keadaan ini dikenal dengan nama sindrom Chiari Frommel. Gejala-gejala yang sama dapat ditemukan pada wanita tanpa ada hubungan dengan kehamilan dapt dinamkan sindrom Ahumeda-del Castillo. Akhirnya,amenorea dan galaktorea dapat ditemukan pula pada tumorhipofisis yang memproduksi prolaktin (sindrom Forbes Albright).
Etiologi sindrom amenorea-galaktorea belum jelas, akan tetapi akhir-khir ini, selain tumor hipofisis sebagai penyebab ditemukan kasus-kasus pada wanita yang lama minum obat anti hipertensi atau obat penenang. Selanjutnya, sindrom dapat ditemukan pula pada wanita-wanita, yang setelah menghentikan minum pil kontrasepsi, tidak aja menderita amenorea tetapi juga galaktorea.
b)      Sindrom Stein-Leventhal
Sindrom ini terdiri atas amenorea, hirsutisme dan pembesaran polikistik dari ovarium.
c)      Amenorea hipotalamik
Haid terjadi karena interaksi antara hipotalamus, hipofisis dan ovarium. Oleh bemacam-macam sebab, dapat terjadi gangguan dalam rantai yang menghubungkan 3 alat tersebut. Perlu diketahui bahwa produksi hormon gonadotropin ditentukan oleh 2 pusat di hipotalamus, yakni tonic centre mengatur produksi FSH dan LH sehari-hari, sedang cyclic centre bertanggung jawab terhadap peningkatan (surge) hormone gonadotropin khususnya LH, ditengah siklus yang menyebabkan ovulasi.
Pada kasus-kasus amenorea hipotalamik berfungsi cyclic centre terganggu. Hanya tonic centre yang berfungsi, sehingga hormon-hormon gonadotropin  dibentuk, tetapi tidak cukup menimbulkan ovulasi.
D.    Gangguan hipofisis
a)      Insufisiensi Hipofisis (Sindrom Sheehan dan penyakit simmonds)
Gejala-gejala infusiensi hipofisis ialah amenorea, hilangnya laktasi, hipotireoidi, berkurangnya libido, atrofi alat-alat genital, dsb. Sindrom Sheehan kadang-kadang dapat mengalami perbaikan karena regenerasi sel-sel hipofisis, akan tetapi mungkin pula keadaan bertambah berat dan penderita menjadi sangat kurus, rambut ketiak dan rambut pubishilang dan terdapat hipotermi dan hipotensi. Keadaan ini dikenal dengan nama penyakit Simmond. Diagnosis dapat dibuat atas gejala-gejala klinik dan rendahnya kadar FSH, T4 dan 17-ketosteroid dan mendatarnya kurve tes toleransi glukosa. Terapi terdiri atas pemberian hormone sebagi substitusi, antara lain kartison, bubuk tiroid, dsb.
b)      Tumor-tumor hipofisis
Gejala-gejala lain ialah sakit kepala dan gangguan penglihatan virus perifer. Biasanya tumor sudah lama ada sebelum gejala-gejala timbul. Kecurigaan adanya tumor-tumor hipofisis timbul apabila seseorang wanita dengan amenorea mengeluh tentang sakit kepala dan gangguan penglihatan.
·         Adenoma basofil (penyakit Cushing)
Gejala-gejala penyakit ini sangat menyerupai sindrom Cushing yang dijumpai pada wanita dengan hiperfungsi korteks dari glandula suprarenalis.
·         Adenoma eosinofil (akromegali, gigantisme)
Menyebabkan gigantisme dan akromegali karena produksi simatotropin yang berlebihan. Gigantisme timbul jika penyakitnya tersebut timbul sebelum pubertas, sedang akromegali terdapat pada pascapubertas.
·         Adenoma kromofob (sindrom Forbes –Albright)
Adenoma kromofob lebih sering terdapat, kecuali amenorea, sakit kepala dan gangguan penglihatan, tumor ini tidakmenunjukan gejala yang khas. Hanya pada satu jenis tumor ini bias ditemukan produksi prolaktin yang berlebihan dan yang dapat menyebabkan  galaktorea.
E.     Gangguan gonad
a)      Kelainan congenital
·         Disgenesis ovarii (sindrom turner)
Penderita-penderita ini memiliki genetalia eksterna wanita dengan klitoris agak membesar pada beberapa kasus, sehingga mereka dibesarkan sebagai wanita. Sindrom tuner dapat dijumpai tubuh yang pendek tidak lebih dari 150cm, dada berbentuk perisai dengan putting susu jauh ke lateral, payudara tidak berkembang, rambut ketiak dan pubis sedikit atau tidak ada, amenorea, koarktasi atau stenosis aorta, batas rambut belakang yang rendah, ruas tulang tangan dan kaki pendek, osteoporosis, gangguan penglihatan, anomali ginjal. Pada pemeriksaan hormonal ditemukan kadar hormone gonadotropin (FSH) meninggi, estrogen hampi tidak ada, sedang 17-ketosteroid terdapat dalam batas-batas normal atau rendah.
·         Sindrom testicular ferminization
Merupakan hipogonadisme dengan amenorea primer. Sindrom ini merupakan suatu bentuk hermafroditisme pria dengan fenotip wanita.
b)      Menopause premature
Menopause yang timbul pada wanita dibawah umur 40 tahun dinamakan menopause premature.
c)      The insensitive ovary
Gejala-gejalanya ialah amenorea primer, sedang pertumbuhan payudara, rambut ketiak dan pubis normal. Tetapi, dijumpai atrofi selaput lender vagina dan endometrium.
d)     Penghentian fungsi ovarium karena operasi, radiasi, radang, dsb.
Pengangkatan ovarium bilateral niscaya mengakibatkan amenorea. Dmikian pula, amenorea timbul setelah radiasi yang cukup kuat atau radang cukup luas untuk merusak semua folikel primordial dalam ovarium.
e)      Tumor se-granulosa, sel-teka, sel-hilus, sdrenal, arenoblastoma
F.      Gangguan glandula suprarenalis
a)      Sindrom adrenogenital
Sindrom ini biasanya bersifat kongenital akan tetapi dapat tumbuh kemudian. Penyebabnya ialah hyperplasia adrenal, khususnya dari zona retikularis, kadang-kadang penyebabnya ialah tumor.
b)      Sindrom Cushing
Pada sindrom Cushing pembuatan hormone glandula suprarenalis berlebihan, terutama komponen kortikosteroid yang ada sangkut pautnya dengan metabolisme karbohidrat, protei dan elektrolit. Sindrom tubuh karena hyperplasia adrenal (dalam 50-60%) atau karena tumor (adenoma / karsinoma dari glandula suprarenalis).
Gejala-gejala penyakitnya ialah obesitas, muka bulan, amenorea, hirsutisme, osteoporosis, hipertensi, strie 17-ketosteroid yang kurang lebih normal dan kenaikan kadar 17 hidroksi-kortikosteroid.
c)      Penyakit Addison
Penyebab yang penting adalah tuberculosis.. Gejala-gejalanya ialah perasaan lemah, pigmentasi, berat menurun, dehidrasi, hipotensi, dsb.
G.    Gangguan glandula tiroidea, diantaranya hipotireoidi, hipertireoidi, kretinisme.
Baik hipo maupun hipertiroid dapat menyebabkan gangguan haid sampai amenorea. Diagnosis dibuat atas dasar pemeriksaan fungsi glandula tiroidea. Terapi ditujukan kepada sebab penyakitnya. Kretinisme ialah suatu kelainan yang sudah tumbuh sebelum bayi dilahirkan dan disebabkan oleh hipotiroidi berat.
H.    Gangguan pancreas
Biasanya pada diabetes, jika terjadi gangguan haid, terdapat pendarahan tidak teratur, akan tetapi kadang-kadang bias juga terdapat amenorea. Diagnosis dan terapi diselenggarakan seperti lazimnyapada diabetes.
I.       Gangguan uterus, vagina
Dengan pengangkatan uterus, sudah tentu tejadi amenorea. Amenorea terdapat pula pada aplasia uteri, apalsia vaginae dan hipoplasia uteri yang berat.
a)      Aplasia dan hipoplasia uteri
b)      Sindrom asherman
Sindrom terjadi karena destruksi endometrium serta tumbuhnya sinekia (perlekatan) pada dinding kavum uteri sebagai akibat kerokan yang berlebihan, biasanya pada abortus atau postpartum. Walaupun jarang, endometritis akuta yang berat dapat pula menimbulkan sindrom tersebut. Penderita menderita amenorea sekunder. Diagnosis dapat dipastikan dengan histerogram.
c)      Endometritis tuberkulosa
Umumnya timbul sekunder pada penderita dengan salpingitis tuberkulosa. Pada penderita denagn tuberculosis pelvik yang asimtomatik, endometritis tuberculosa ditemukan bila pada seorang wanita dengan infertilitas dilakukan biopsi endometrial dan ditemukan tuberkel dalam sediaan. Terapi yang kausal terhadap tuberculosis biasanya dapat menyebabkan timbulnya haid lagi.
d)     Histerektomi
e)      Aplasia vaginae
J.       Penyakit-penyakit umum
a)      Penyakit umum
b)      Gangguan gizi
c)      Obesitas
3.      Pendarahan diluar haid
Yang dimaksud disini ialah pendarahan yang terjadi dalam masa antara 2 haid. Pendarahan itu tampak terpisah dan dapat dibedakan dari haid atau 2 jenis pendarahan ini menjadi satu, yang pertama dinamakn metroragia. Yang kedua menometroragia.
Sebab-sebab organic
a)      Serviks uteri, seperti polipus servisis uteri, erosion porsionis uteri, ulkus pada porsio uteri, karsinoma servisi uteri.
b)      Korpus uteri, seperti polip endometrium, abortus imminens, abortus sedang berlangsung, abortus inkompletus, mola hidatidosa, kariokarsinoma, subinvolusio uteri, karsinoma korporis uteri, sarcoma uteri, mioma uteri.
c)      Tuba fallopi, seperti kehamilan ektopik terganggu, radang tuba, tumor tuba.
d)     Ovarium, seperti radang ovarium dan tumor ovarium.
Sebab-sebab fungsional
Pendarahan dari uterus yang tidak ada hubungannya dengan sebab oraganik dinamakan pendarahan disfungsional. Pendarahan disfungsional dapat terjadi pada setiap umur antara menarche dan menopause. Tetapi kelainan ini lebih sering dijumpai sewaktu masa permulaan dan masa akhir fungsi ovarium.
4.      Gangguan lain yang berhubungan dengan haid
A.    Dismenorea
Dismenorea atau nyeri haid mungkin merupakan suatu gejala yang paling sering menyebabkan wanita-wanita muda pergi prig kedokter untuk konsultasi dan pengobatan.
Dismenorea terbagi atas:
·         Dismenorea primer (esensial, instrinsik, idiopatik), tidak terdapat hubungan dengan kelainan ginekologik.
·         Dimenorea sekunder (ekstrinsik, yang diperoleh, acquired), disebabkan oleh kelainan ginekologik (salpingitis kronika, endometriosis, adenomiosis uteri, stenosis servisis, dll.
B.     Premenstrual tension
Merupakan keluhan-keluhan yang biasanya mulai satu minggu sampai beberapa hari sebelum dating haid, dan menghilang sesudah haid dating, walaupun kadang-kadang berlangsung terus sampai haid berhenti.
C.     Vicarious menstruation
Istilah ini dipakai untuk kasus-kasus tertentu yang jarang dijumpai, diman terjadi pendarahan ekstragenital dengan interval periodic yang sesuai dengan siklus haid. Tempat pendarahan yang sering dijumpai ialah mukosa hidung berupa epistaksis (30% dari seluruh kasus).
D.    Mittelschmerz dan pendarahan ovulasi
Terjadi kira-kira sekitar pertengahan siklus haid, pada saat ovulasi. Rasa nyeri yang terjadi mungkin ringan, tetapi mungkin juga berat. Lamanya mungkin hanya beberapa jam, tetapi pada beberapa kasus sampai 2-3 hari.
E.     Mastalgia
Merupakan rasa nyeri dan pembesaran mamma sebelum haid.

ASKEB IV

  • Letak Sungsang
Pengertian
Letak sungsang merupakan suatu letak dimana bokong bayi merupakan bagian rendah dengan atau tanpa kaki (keadaan dimana janin terletak memanjang dengan kepala di fundus uteri dan bokong berada di bagian bawah kavum uteri.

Macam-macam letak Sungsang
Ada 4 tipe letak sungsang
1)Complete/flexed brech, pada posisi ini paha dan lutut bayi fleksi dan kaki menutupi bokong. Tipe ini lebih sering pada multigravida
2)Extended brech (frank brech) pada bayi fleksi, tetapi pada kaki ektensi, sehingga kaki berada dekat kepala, sering terjadi pada primiyang premature
3)Presentesi kaki, 1 atau kedua kaki di bawah bokong
4)Presentasi lutut, janin berada dalam posisi 1 atau kedua lutut berada di bawah bokong


 Penyebab
Presentasi bokong terjadi kurang lebih 3% pada semua persalinan, penyebab pasti dari presentasi bokong belum diketahui secara pasti tetapi dapat terjadi pada persalinan premetur, uterus bikormis, insufisiensi cairan ketuban, plasenta letak rendah atau tumor yang menghalangi jalan lahir. Selain itu kelainan-kelainan seperti hidrosefalus, gande multi, polihidramnion memungkinkan terjadinya malpresentasi.
Diagnosis
Diagnosis ditegakan dengan pemerikasaan abdominal. Pada palpasi di bagian bawah teraba bagian yang kurang keras dan kurang bundar, sementara di fundus teraba bagian yang keras, bundar dan melenting. Denyut jantung janin terdengar di atas pusat. Penmeriksaan dengan USG atau rontgen dapat mengetahui letak yang sebenarnya pada pemeriksaan pervaginam teraba bagian lunak anus juga akan teraba bagian sacrum.
 Bahaya
Persalinan sungsang tidak menyebabkan bahaya bagi ibu tetapi menimbulkan hal yang serius bagi bayinya. Kematian bayi pada persalinan sungsang 4 kali lebih besar daripada persalinan biasa. Pelepasan plasenta dapat terjadi pada kala II akibat tarikan dari tali pusat. Setelah kepala masuk ke dalam rongga panggul dapat terjadi tekanan pada kepala pada tali pusat dan ini akan menyebabkan hipoksia janin. Bahaya lain adalah fraktur, ruptur organ abdomen dan banyak bahaya untuk otot syaraf.
Bahaya persalinan sungsang dapat di simpulkan sebagai berikut:
1.Anoksia intra dan ekstra uterin
2.Perdarahan intracranial
3.Fraktur dan dislokasi
4.Kerusakan otot dan syaraf terutama pada otot sterno mastoid dan fleksus brachialis
5.Ruptur organ abdomen
6.Oedem genital dan memar atau lecet akibat capformation

 Manajemen Persalinan Sungsang
Persalinan dianjurkan di rumah sakit di bawah pengawasan dokter ahli obstetri, anastesi dan ahli anak. Jika ibu tidak partus spontan pada 40 minggu biasanya dilakukan induksi persalinan. Kebanyakan dokter ahli kebidanan menganjurkan induksipersalinan pada 38 minggu, ketika fetus masih agak kecil.
1. Kala I persalinan
Kala I persalinan lebih lama daripada letak belakang kepala. Jika bokong enganged seperti pada bokong murni dimana terdapat resiko pecah selput ketuban dan prolapsus umbilikal, ibu sebaiknya tidak berjalan-jalan. Kadang-kadang kontraksi uterus hipotonis sehingga dapat dirangsang dengan pemberian oksitosin. Pada saat pembukaan servik tercapai ¾ nya biasanya ibu ingin mengejan, bokong dapat melalui servik tetapi kepala tidak melalui servik sehinga ibu dilarang untuk mengejan sampai dilatasi servik lengkap
2.Kala II persalinan
Pemeriksaan vaginal dilakukan untuk mengetahui pembukaan lengkapsebelum menyuruh ibu mengedan.
Hubungan sacrum dengan panggul ibu akanmenentukan posisi janin, posisinya sama dengan letak kepala tetapi pada letak sungsang sacrum sebagai penunjuk.
Ada 4 posisi pada letak sungsang:
1.Posisi sacrum kiri depan
2.Posisi sacrum anterior kanan
3.Sacrum kanan/kiri
4.Sacrum kiri/kanan belakang
Pertolongan persalinan pada letak sungsang
Persalinan letak sungsang dapat ditolong dengan prasar brach ataupun dengan tindakan/extraksi. Pertama-tama kandung kancing dikosongkan ketika bokong belakng meregang perineum diberi anastesi lokal dan dilakukan episiotomi. Bokong belakang tampak di vulva dan bokong maju lebih cepat. Badan bayi maju sampai sejauh umbilikus kemudian kaki di lepaskan/dilahirkan dengan perlahan-lahan. Tali pusat dilongggarkan pada kontraksi berikutnya bahu akan tampak. Lengan yang normalnya fleksi menyilang di depan dada dengan mudah dilepaskan dan bahu akan lahir. Sekarang bayi dalamkeadaan menggantung pada berat badannya, selama beberapa waktu untuk memudahkan penurunan dan fleksi dari kepala. Ketika kuduk dan garis rambut sudah tampak menunjukan bahwa kepala akan lahir.
Bayi di pegang pada pergelangan kaki dan menggunakan traksi yang halus, tubuh di simpan di atas abdomen ibu. Perineum ditekan dengan jari untuk membuka mulut bayi. Mulut dibersihkan dari lendir sehingga bayi bernafas tanpa menghisap cairan lendir. Setelah hidung tampak di vulva , lubang hidung segera dibersihkan kepala dilahirkan secara perlahan-lahan. Jika kepala dilahirkan dengan cepat dapat terjadi perdarahan intrakranial, untuk menghindarinya biasanya dengan menggunakan forcep erygey’s atau neville barnes untuk kepala yang sudah lahir hal ini memungkinkan untuk mengontrol kecepatan lahirnya kepala.
Kepala ditarik ke bawah sampai batas hidung sehingga saluran nafas dapat dibersihkan dan oksigen dapat diberikan segera setelah bayi bernafas. Selanjutnya kepala dilahirkan dengan lambat, obat-obatan oksitosin diberikan pada ibu segera seteah bayi lahir.
Metode mauriceau digunakan untuk melahirkan kepala dimana terjadi kelambatan dari penurunan kepala, tehniknya yaitu dengan menunggangkan bayi apada lengan kiri, memasukan tiga jari kedalam vagina dan mencari mulut bayi, kemudian memasukan jari tengah ke dalam mulut dan kepala difleksikan. Jari tengah dan jari telunjuk tangan kanan disangkutkan pada bahu untuk digunakan sebagai tarikan. Jari tengah menekan oksiput untuk membantu fleksi, asisten menekan daerah supra pubik dengan sehalus mungkin kepala dilahirkan melalui jalan lahir, jalan nafas dibersihkan dan kelahiran kepala dilakuka dengan cara yang sama. Pada keadaan emergensi bidan dapat melakukan tehnik ini meskipun jarang dilakukan. Apabila pada praktek di masyarakat, bidan menemukan kakus dengan persalinan sungsang, bidan harus mengupayakan membawa ibu ke rumah sakit, mengingat bahaya yang dapat ditimbulkan dari persalinan tersebut.

  •  Letak Lintang
 Pengertian
Letak lintang dalam kehamilan adalah suatu keadaan dimana janin melintang di dalam uterus dengan kepala pada sisi yang satu sedangkan bokong pada sisi yang lain. Pada umumnya bokong berada sedikit lebih tinggi daripada kepala janin, sedangkan bahu berada pada pintu atas panggul. Punggung janin dapat berada di depan (dorsoanterior), di belakang (dorsoposterior) atau di bawah (dorsoinferior).
 Penyebab
Penyebab paling sering adalah kelemahan otot uterus dan abdomen. Kelaianan letak paling sering terjadi pada wanita paritas tinggi (grande multipara). Faktor lain yang mendukung terjadinya letak lintang adalah plasenta previa, selain itu juga ada beebrapa faktor yang mendukung terjadinya letak lintang yaitu: kehamilan ganda, polihidramnion, abnormalitas uterus, pengkerutan pelvis, fibroid uterus yang besar.
Diagnosis
Letak lintang mudah didiagnosis dalam kehamilan dari bentuk uterus, terlihat melebar, lebih menonjol ke salah satu bagian abdomen, engan TFU rendah. Palpasi akan teraba kepala janin pada salah satu sisi dan bokong pada sisi yang lain, tetapi tidak ada bagian presentasi yang berada di pelvis. Pada palpasi kepala janin atau bokong ditemukan di salah satu bagian fossa iliaca. USG dapat digunakan untuk memastikan dignosis untuk mendeteteksi kemungkinan penyebab.
Manajemen atau penatalaksanaan
Dokter dapat mengusahakan untuk membenarkan posisi dengan cara versi external menjadi letak membujur dan presentasi kepala. Kecenderungan pengembalian posisi letak lintang menjadi posisi letak memanjang sulit dan seringnya beberapa dokter tidak menganjurkan versi chepalik eksternal sebelum kelahiran direncanakan, atau waktu datangnya persalinan.resiko versi chepalik eksternal adalah terjadinya KPD dan tali pysat menumbung, atau persalinan prematur.
Pada setiap kunjungan antenatal dokter seharusnya memeriksa letak, presentasi dan mendengarkan DJJ. Jika pemeriksaan USG tidak mendeteksi plasenta previa, pemeriksaan vagina dapat dilakukan untuk mendeteksi abnormalitas pelvik seperti, pengerutan pelvis. Pemeriksaan USG dapat mendeteksi abnormalitas fetus dan uterus.
Ketika paru-paru bayi prematur, ibu seharusnya datang ke RS untuk dilakukan versi chepalik eksternal yang dilakukan ditempat kelahiran. Hal ini mungkin diikuti dengan induksi persalinan dengan oksitosin. Penekanan pada sisi lateral dapat diterapkan untuk membantu uterus dalam mempertahankan letak memanjang. DJJ dan kontraksi uterus dimonitor secara elektrik dan jika memingkinkan kondisi ibu benar-benar diperhatikan. Dalam persalinan ketika kepala bayi memasuki rongga pelvis membran dapat ruptur. Persalinan seharusnya dapat berjalan dengan normal. Pada beberapa kasus dimana wanita mempunyai riwayat obstetri yang urut, atau terdapat komplikasi dalam persalinan, SC merupakan cara yang paling aman untuk melahirkan.
Jika tindakan pencegahan tersebut tidak dilakukan, ketika persalinan dimulai bahu janin dapat turun kebawah ke rongga pelvis bagian depan dapat terjadi KPD dan penumbungan tali pusat yang disertai dengan penumbungan lengan janin.
Bidan dapat mendeteksi presentasi bahu dengan cara pemeriksaan abdomen seperti yang dijelaskan diatas dan pemeriksaan vagina. Bahu janin dapat dikenali dengan merasakan tulang rusuk atau tangan. Pemeriksaan vagina tidak boleh dilakukan jika ada indikasi plasenta previa. Jika ada kegawat daruratan, bidan seharusnya merujuk ke dokter atau ke pelayanan kegawat daruraan obstetri. Dalam persalinan, jika mendapatka kesulitan untuk membenarkan letak janin setelah selaput ketuban pecah ini tidak mungkin dilanjutkan. Tindakan SC merupakan bentuk kelahiran yang paling aman.

2.3 Kelainan Letak Pada Kepala
 Presentasi Puncak Kepala